Pemanenan udang dilakukan
setelah umur pemeliharaan udang 100 hingga 120 hari atau sesuai dengan
kebutuhan pembeli. Sebelum pemanenan dilakukan sampling. Sampling
ditujukan untuk melihat berat udang apakah sudah mencapai target berat atau
belum. Satu minggu sebelum pemanenan biasanya dilakukan pengapuran. Pengapuran
bermaksud untuk mencegah aktivitas moulting
apabila udang belum moulting dan
mempercepat moulting apabila udang
sedang moulting sehingga kualitas
udang bagus dan udang lebih berat.
Sebelum dilakukan pemanenan
dibentuk pembagian kerja atau panitia pemanenan sehingga semua karyawan bekerja
dan tahu posisi dimana dia harus bekerja. Pemanenan petak besar Growth Pound/GP (60 x 60 meter)
membutuhkan waktu ± 4 jam untuk tiap petak. Panen biasanya dilakukan pada pagi
hari, yaitu pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Pemanenan dalam satu hari
dapat dilakukan sebanyak 2 kali pemanenan petak besar. Sebelum dilakukan
pemanenan biasanya pada malam hari sudah dilakukan pengurangan level air dengan membuka saluran central drainage sehingga ketika akan panen air tambak sudah berkurang 60
%.
Proses pemanenan udang putih vaname yang dilakukan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan peralatan panen (blong,
meja, pemikul, jaring kondom) dan bagian pasca panen.
2. Memasang jaring kondom pada outlet caren yang terdapat pada bak
panen.
3. Membuka skat balk dan mengatur
besar kecilnya air yang keluar.
4. Mematikan kincir dan memindah ke tepi
tambak sehingga tidak mengganggu proses pemanenan.
5. Petugas yang berada di bawah bak panen
menjaga dan menunggu udang terkumpul dalam jaring kondom.
6. Udang yang sudah terkumpul dalam jaring
kondom kemudian diangkat oleh petugas yang berada di atas kemudian dimasukkan
ke dalam blong dan diberi penutup sehingga udang tidak kering.
7. Blong yang sudah terisi udang kemudian
dipikul dan dibawa ke mobil untuk diangkut ke pasca panen.
8. Setelah mobil penuh dengan blong atau drum
yang berisi udang kemudian dibawa ke pasca panen.
9. Udang yang tidak mau masuk ke dalam caren
dan tersisa pada dasar tambak kemudian diambil secara manual sehingga tidak ada
yang tertinggal.
Setelah udang
vanname sampai di bagian pasca panen, penanganan udang diserahkan kepada pihak cold storage
yang membeli. Ada pihak cold storage yang memasukkan udang ke dalam
bak air sehingga udang tetap basah dan segar, adapula yang menaruh udang pada
lantai pasca panen. Udang – udang tersebut kemudian dicuci dan dilakukan sampling prosentase KM (Kondisi
Moulting) dan size udang. Proses
sampling udang dilakukan oleh pihak cold
storage yang diawasi oleh perusahaan.
Proses sampling size udang dan kondisi udang yaitu sebagai berikut :
1. Udang yang telah dicuci dimasukkan kedalam
basket.
2. Basket tersebut kemudian dibagi menjadi 4
basket secara merata.
3. Setelah basket dibagi menjadi 4 basket
kemudian perusahaan/penjual memilih salah satu dari empat basket tersebut
secara acak.
4. Basket yang telah dipilih kemudian diambil
dan dihitung jumlah udang, berat sampel, jumlah udang KM (kondisi moulting) dan kemudian dihitung size
udang.