Translate

Tuesday, 21 October 2014

PENGUMUMAN PEMENANG TONY AGUS ARDIE SCHOLARSHIP (By Indokor)



PENGUMUMAN PEMENANG TONY AGUS ARDIE SCHOLARSHIP (By Indokor)


Diumumkan kepada seluruh partisipan TONY AGUS ARDIE SCHOLARSHIP, bahwa dari hasil penilaian tim Scholarsip ada 10 proposal yang lolos seleksi sebagai berikut:




 
 diharapkan kepada masing-masing koordinator tim desktop study dapat hadir pada :
Hari        : Senin, 27 Oktober 2014
Pukul      : 10.00 WIB
Agenda   : Koordinasi pelaksanaan Desktop Study
Tempat   : PT. Indokor Bangun Desa, Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan
                 Srandakan,Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

demikian pengumuman ini kami buat. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima Kasih

Manajemen PT. IBD


Monday, 6 October 2014

CHITOSAN DARI KULIT UDANG

  
     Bahan baku yang digunakan adalah kulit udang kering. Kulit udang tersebut dihancurkan hingga menjadi serbuk. Kemudian dilakukan proses deproteinasi. Proses ini dilakukan pada suhu 75-80°C, dengan menggunakan larutan NaOH 1 M dengan perbandingan serbuk udang dengan NaOH = 1 : 10 (gr serbuk/ml NaOH ) sambil diaduk konstan selama 60 menit. Kemudian disaring dan endapan yang diperoleh dicuci dengan menggunakan aquadest sampai pH netral.
       Proses ini dilanjutkan dengan proses demineralisasi pada suhu 25-30°C dengan menggunakan larutan HCl 2 M dengan perbandingan sampel dengan larutan HCl = 1 : 10 (gr serbuk/ml HCl ) sambil diaduk konstan selama 120 menit. Kemudian disaring dan endapan yang diperoleh dicuci dengan menggunakan aquadest sampai pH netral.
Hasil dari proses ini disebut chitin.
      Chitin kemudian dimasukkan dalam larutan NaOH dengan konsentrasi 20%W pada suhu 90-100°C sambil diaduk konstan selama 60 menit pada proses deasetilasi. Hasil yang berupa slurry disaring, lalu dicuci dengan aquadest sampai pH netral lalu dikeringkan. Hasil yang diperoleh disebut chitosan
 Pembuatan chitin lainnya dapat dilihat pada alur dibawah ini
              (Mu’minah, 2008)

BIOFLOC






      Masalah pada tambak udang windu yang sampai saat ini belum teratasi di daerah kabupaten Pati, ada berbagai teknologi yang diterapkan sebagai upaya solusi pemecahan masalah di tambak udang windu. Sampai upaya memproduksi udang Vanamei (Litopenaeus vannamei Boone.) agar tidak samapai mengalami stagnasi udang.

     Teknik bioflok adalah sebuah teknologi alternatif untuk budidaya udang yang sedang popular saat ini. Teknik ini mencoba untuk mentreatment limbah budidaya secara langsung di dalam petak budidaya dengan mempertahankan kecukupan oksigen, mikroorganisme, dan rasio C/N dalam tingkat tertentu. Keberhasilan teknik bioflok telah diklaim di beberapa tempat, seperti Israel (dengan komoditas Tilapia), Indonesia (vannamei), Belize, Amerika Tengah (vanname), dan Australia (Windu). Penggunaan teknik ini di Indonesia pada budidaya Vannamei mampu menurunkan FCR sebesar 20%, dan menghasilkan 50 ton udang/ha dengan panen bertahap.
 
Teori Bioflokulasi
  Bioflok adalah bahasa slang pada teknik pengolahan limbah cair untuk makroagregat yang dihasilkan dalam sistem lumpur aktif. Lumpur aktif dapat pula diibaratkan sebagai ‘sup mikroba’ yang terbentuk dari pemberian aerasi terus-menerus pada biomassa tersuspensi dan mikroorganisme pengurai dalam limbah cair. Jadi, bioflok terdiri atas mikroorganisme (bakteri, ragi, fungi, protozoa, fitoplankton) dan limbah. Namun ada beberapa mikroorganisme yang telah diidentifikasi berfungsi sebagai bioflocculant. Salah satu visualisasi kondisi flok Zooglea ramigera
1.         Escherichia intermedia
2.         Paracolobacterium aerogenoids
3.         Bacillus subtilis
4.         Bacillus cereus
5.         Flavobacterium
6.         Pseudomonas alcaligenes
7.         Sphaerotillus natans
8.         Tetrad dan Tricoda
9.         Escherichia intermedia
    Terbentuknya bioflok secara ilmiah belum disepakati para ilmuwan. Akan tetapi hasil kajian terkini menunjukkan arah sebagai berikut. Mikroorganisme seperti bakteri dengan kemampuan lisis bahan organic memanfaatkan detritus sebagai makanan. Sel bakteri mensekresikan lendir metabolit, biopolymer (polisakarida, peptide dan lipid) atau senyawa kombinasi dan terakumulasi disekitar dinding sel serta detritus. Kesalingtertarikan antara dinding sel bakteri menyebabkan munculnya flok bacterial. Polimer ekstraseluler yang dibentuk sendiri oleh bakteri berfungsi sebagai jembatan penghubung (mampu mencapai panjang 50 um). Dua senyawa biopolymer dengan gugus karboksil (COOH) pada bakteri berbeda membentuk ester dengan ion divalent (Ca, Mg). Ikatan-ikatan ini meningkatkan massa kumpulan partikel, menjadikan inti kumpulan bersifat hidrofobik (takut air) dan tepinya bersifat hidrofilik (suka air) sehingga terjadi dewaterisasi (lebih sedikit air di dalam partikel). Kemudian karena ukuran diameter yang semakin besar menjadikan flok mudah terendap. Proses bakterial di tambak dapat dibaca.
   Selain hal-hal diatas, kandungan bahan organik, oksigen dan pH juga berpengaruh terhadap terbentuknya flok. Pembentukan bioflok berkualitas memerlukan perbandingan C/N/P sekitar 100:5:1. Oksigen terlarut di seluruh bagian air (vertical-horizontal) sebaiknya >4 ppm, Kandungan karbon yang terlalu banyak dan kadar oksigen terlarut rendah menyebabkan berkembangnya bakteri filamen sehingga flok menjadi berkualitas buruk.  Flok yang baik memiliki proporsi yang seimbang antara bakteri filamen (berfungsi sebagai rangka flok) dan non-filamen. Berhubungan dengan pH, air yang berpH asam akan menghambat terbentuknya bioflok karena akan mengurangi kandungan kation divalent dalam air untuk ikatan esterasi.
 
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bioflok.
 
Penggunaan Bioflokulasi dalam Akuakultur
    Teknik pengolahan limbah dengan bioflok diadopsi oleh akuakultur untuk mereduksi bahan-bahan organik dan senyawa beracun yang terakumulasi dalam air pemeliharaan ikan/udang sehingga produktifitas kolam semakin lama semakin menurun (relevansi tentang penuaan kolam bisa. Pada dasarnya sistem ini mereproduksi efek self-purifikasi yang terjadi di sungai dan estuarin. Hasil akhir aplikasi teknik bioflok adalah meningkatnya efisiensi pemanfaatan pakan dan peningkatan kualitas air.
    Telah diketahui secara luas bahwa berdasarkan hukum kekekalan massa banyak materi pakan tidak terserap menjadi biomass udang/ikan. Flok mikroba ini diharapkan mampu memanfaatkan materi tersebut dan akhirnya dapat menjadi bahan makanan tambahan bagi udang. Beberapa hal penting yang menentukan kualitas bioflok adalah nilai nutrisi, aman dan palatable untuk dikonsumsi dan berukuran cukup besar sehingga layak dimakan oleh udang/ikan.
   Aplikasi teknik bioflok secara kronologis dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada awal pemeliharaan kondisi kualitas air masih dalam keadaan baik. Kemudian dimasukkan input hewan pemeliharaan lalu pakan diberikan secara teratur. Pakan tak termakan, kotoran ikan/udang padat terakumulasi di dasar kolam. Amonia beracun semakin bertambah di media namun masih dapat diserap oleh fitoplankton. Akan tetapi, fitoplankton tidak mampu menggunakan massa lumpur padat di dasar kolam. Seiring waktu, ketika mendung atau fitoplankton terlalu padat terjadi kematian massal fitoplankton sehingga tidak mampu mengurangi limbah beracun bahkan fitoplankton menambah konsentrasi limbah. Hubungan antara bakteri dan fitoplankton dalam kolam dapat dipahami lebih detail.
   Rendahnya pemanfaatan nitrogen pakan menyebabkan kandungan ammonia-nitrogen di air menjadi berbahaya. Sedangkan bakteri dapat memanfaatkan ammonia-nitrogen dengan efisien jika perbandingan C/N sekitar 15-25:1. Sehingga kekurangan karbon dapat digunakan sumber karbohidrat tertentu seperti gula, molase, tepung terigu dan dedak. Perkiraan kasar untuk menghitung banyaknya nitrogen dalam air tambak 1 ha kedalaman 1 m (10.000 m3) dapat dihitung sebagai berikut:
 
Asumsi-asumsi:
Ekskresi nitrogen = 70%
Kadar protein = 40%
Nitrogen protein = 16%
Jumlah pakan = 1 kg
Jumlah nitrogen dalam air = 1000 gr x 40% x 16% x 70% : 10.000 m3 air
= 0,00448 ppm TAN
Dibutuhkan 416,7 hari untuk mencapai 2 ppm TAN !
 
   Namun jika pakan diberikan 100 kg/hari maka hanya perlu waktu 4,2 hari untuk mencapai level TAN berbahaya ! Dengan pakan sebanyak ini maka TAN akan dicapai 0,448 ppm per hari.
Jika C/N yang diinginkan 15, dan digunakan gula dengan berat kering 90%, sakarida 95%, dan karena kandungan C dalam karbohidrat sekitar 40% maka dibutuhkan:
= 0,448 x 15
= 6,72 ppm C, atau
= 6,72 : (90% x 95%x40%)
= 19,65 ppm gula, atau
= 196,5 kg gula per 1 ha tambak
 
   Karena amonium dan nitrat dapat diserap fitoplankton maka pemberian gula bisa dikurangi menjadi 5-10% saja. Pengalaman di lapangan akan membantu menentukan keputusan yang akan diambil.
Perkembangan pesat dari bakteri flok akan memungkinkan terjadinya gumpalan-gumpalan yang dapat dimanfaatkan kembali oleh biota. Namun demikian dibutuhkan kandungan oksigen yang cukup (>4 ppm), pH 7,3-8,3 untuk mempertahankan flok karena susunan flok akan berubah kembali setelah 8 jam. Kebutuhan aerasi besar ini menyebabkan teknik bioflok hanya layak secara ekonomis untuk padat tebar tinggi. Flok yang terlalu padat (>200 ml/l dengan imhoff cone) perlu dilakukan pembuangan sebagian.
   Berikut ini fakta-fakta penting pada aplikasi bioflok yang telah berhasil dilakukan untuk udang.
1. Padat tebar tinggi 130 –150 PL10/m2
2. Aerasi 28-32 HP/ha
3. Perlu diperhatikan posisi kincir tambak
4. Kolam berlapis HDPE
5.Molasse
6. Production 20–25 MT/ha/panen
   Tidak semua bahan organic dikonversi sempurna menjadi tubuh mikroba. Berikut ini kemampuan mikroba untuk mengkonversi berbagai senyawa organic.
 
Senyawa organik Konversi menjadi bioflok (%)
Karbohidrat 6585
Alkohol 5266
Protein 3268
Lemak 1060
Kasein 5053
Glukosa 4959
Sukrosa 5868
 
Pemecahan Masalah
   Walaupun teknik bioflok begitu menjanjikan, namun ada beberapa kelemahan atau permasalahan yang harus diketahui.
1. Kebutuhan aerasi 24 jam non-stop. Oleh karena itu untuk mencapai kelayakan ekonomis perlu padat tebar tinggi. Kematian aerasi lebih dari 1 jam akan berakibat fatal khususnya ketika flok berumur tua.
2. Posisi kincir tambak harus sedemikian rupa sehingga partikel flok tetap tersuspensi.
3. Flok terlalu padat akan menurunkan kualitasnya. Konsentrasi bioflok tidak boleh lebih dari 200 ml/l dengan pengukuran corong imhoff. Pengurangan kepadatan dapat dilakukan dengan siphonasi.
4. Keasamaan air dapat dipertahankan dengan pemberian dolomite 5 ppm juga berfungsi sebagai sumber kation divalent (sumber : http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.com/2012/06/bioflok-pada-udang-windu.html)

Thursday, 2 October 2014

HAJI (Rukun Islam ke 5)

Penulis: Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz




Muqaddimah
Segala puji bagi Allah yang telah memilih jamaah haji sekalian sebagai tamu-tamuNya. Ini merupakan karunia Allah yang sangat besar, dimana jutaan umat Islam yang ingin datang ke tanah suci menunaikan ibadah haji tapi masih belum dapat izin dari Allah, ada saja halangan yang datang. Adapun jamaah sekalian telah mendapatkan kemudahan dari Allah sehingga dapat merampungkan seluruh manasik haji dari mulai umrah sampai tawaf wada’, semoga Allah mencatatnya sebagai haji yang mabrur diampuni segala dosa kita dan agar jamaah haji diberi perlindungan dan keselamatan dalam perjalanan pulang ke tanah air, amin!

Tanda Haji Mabrur

Zuhud Terhadap Dunia
Para ulama kita menyebutkan tanda-tanda haji yang mabrur, diantaranya Imam Hasan Al Bashri rahimahullah berkata: (Haji yang mabrur adalah agar ia pulang dari ibadah haji menjadi orang yang zuhud dalam kehidupan dunia dan cinta akhirat). Allah berfirman yang artinya: “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa bagianmu di dunia”. (Surat Al-Qashash: 77)
Orang yang zuhud bukan berarti orang yang hanya beribadah di masjid dan tidak mau bekerja mencari harta untuk nafkah anak dan isteri tapi orang yang zuhud orang yang tidak diperbudak oleh hartanya, dunia boleh berada di tangannya tidak di hatinya, aktifitasnya dalam kehidupan dunia tidak melalaikannya dari ingat kepada Allah, melaksanakan shalat yang lima waktu tepat pada waktunya, tidak memutuskan silaturahmi, tetap rajin menuntut ilmu islam lalu mengamalkan dan menda’wahkannya, tidak melupakan tanggung jawab mendidik isteri dan anak-anak. Orang yang zuhud adalah orang yang penghasilannya dari yang halal, bukan dari hasil renten, riba, suap, korupsi, mencuri, judi, pungli, memeras, menipu, memakan hak orang lain. Semoga Allah mengaruniakan kita semua rezeki yang halal, baik dan berkah serta dijauhkan dari segala pendapatan yang haram, amin!

Lebih Baik Dari Sebelumnya Dalam Segala Hal
Ada lagi yang mengatakan diantara tanda haji yang mabrur adalah setelah pulang dari menunaikan ibadah haji, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya .

1. Dalam Hal Tauhid
Menjadi lebih baik dalam hal tauhid. Jika ada diantara jamaah haji yang sebelum hajinya masih suka pergi ke dukun untuk minta kekayaan, anak, jodoh, cepat naik pangkat dan lain-lain maka setelah kita haji hendaklah kita tinggalkan hal tersebut dan bertaubat kepada Allah karena Rasulullah bersabda  yang artinya, “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad”. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 2006)
Barangsiapa yang sebelum ia haji, suka menyembelih sapi atau lainnya untuk dijadikan sebagai tumbal atau sesajen maka sekarang harus meninggalkannya dan menyembelih kurban hanya untuk Allah karena Allah berfirman yang artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah” (Surat Al- Kautsar 2).
“Katakanlah sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Rabbul Alamin tidak ada sekutu baginya” (Surat Al-An’aam: 162)
Barangsiapa yang sebelum ia haji, masih mempercayai ramalan bintang maka tinggalkanlah dan bertawakallah kepada Allah semata.
Barangsiapa yang sebelum hajinya masih mengkeramatkan keris dan jimat-jimat, maka sekarang musnahkanlah segala jimat yang kita miliki.
Barangsiapa yang sebelum hajinya masih suka meruwat bumi untuk menghindarkan bencana, maka sekarang bertaubatlah dan tinggalkan upacara syirik itu, bergantunglah kepada Allah karena yang dapat menghindarkan bencana hanya Allah semata.
Barangsiapa yang sebelum hajinya masih mengkeramatkan sapi yang dikeluarkan setiap tanggal sepuluh Muharram bahkan berebut untuk memperoleh kotorannya yang dianggap dapat memberikan berkah, maka ketahuilah itu adalah perbuatan syirik.
Barangsiapa yang sebelum hajinya masih meyakini bahwa nasib sial akan menimpanya jika bepergian hari Selasa atau Sabtu juga untuk menentukan waktu pernikahan harus dihitung secara cermat karena kalau tidak pas harinya akan menimbulkan kesialan, maka itu semua adalah syirik. Allah tidak mengampuni dosa syirik kecuali jika pelakunya bertaubat, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat. Allah mengharamkan surga bagi orang yang berbuat syirik. Adapun orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan kesyirikan maka mereka mendapatkan keamanan dan hidayah dari Allah Taala.

2. Dalam Hal Ibadah
Hendaklah jamaah haji memperbaiki ibadahnya kepada Allah, shalat yang lima waktu jangan sampai ditinggalkan, zakat maal harus dikeluarkan dan shaum di bulan Ramadhan harus dijalankan. Segala ibadah kita laksanakan dengan penuh rasa cinta kepada Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat yang tidak terhingga. Kita siap korbankan harta, tenaga dan waktu kita demi menggapai ridha Allah.

3. Dalam Hal Muamalah
Hendaklah kita perbaiki muamalah kita dengan orang tua yang telah melahirkan dan mendidik kita sejak kecil. Jangan sampai kita menyakiti hati mereka dan hendaklah selalu berbakti dan memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya. Jika orang tua kita telah meninggal dunia hendaklah kita selalu mendoakan untuk mereka.
Muamalah Suami Isteri
Bagi para suami hendaklah perbaiki muamalah dengan isterinya jangan mudah marah dan membentak isterinya jika berbuat kesalahan. Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan isteri selama tidak bertentangan dengan syariat. Didiklah isteri dengan nasehat, membawanya ke majelis ta’lim, membelikannya buku dan kaset ceramah yang bermanfaat. Juga didiklah isteri dengan memberi keteladanan. Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan saya adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku”.
Bagi para isteri perbaikilah muamalah dengan suami jadilah isteri yang taat. Rasulullah bersabda: “Apabila wanita shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan memelihara kemaluannya, maka ia masuk surga dari pintu-pintu mana saja yang ia mau”.
Ketaatan kepada suami dalam hal yang makruf saja adapun dalam hal maksiat tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah Al-Khaliq. Ketika suami baru datang dari pekerjaan janganlah disambut dengan berbagai macam problem dan hal-hal yang tidak menyenangkan tetapi sambutlah dengan senyum, sediakanlah makan dan minum serta biarkanlah suami untuk istirahat dulu setelah itu barulah sampaikan segala problem yang ada niscaya suami sudah lebih siap untuk mendengarkannya.

Muamalah Orang Tua dan Anak
Bagi para orang tua perbaikilah dalam pendidikan terhadap anak-anak, mereka merupakan amanat yang kelak kita akan diminta pertanggungjawabannya di hari akhir. Didiklah mereka dengan memberikan contoh yang baik, sekolahkanlah mereka di tempat yang baik, awasilah pergaulan mereka. Selalulah berdoa kepada Allah agar melindungi dan menjaga mereka dari segala kejahatan dan keburukan karena doa orang tua untuk anaknya insya Allah mustajab.

Muamalah Kaum Muslimah
Bagi kaum muslimah perbaikilah dalam hal berbusana, tutuplah aurat anda dan jangan diperlihatkan kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Allah berfirman: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, (Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka). Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Surat Al-Ahzab: 59)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Surat An-Nuur: 31)
Rasulullah bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah saya lihat keduanya (sebelum ini), (pertama) suatu kaum yang memiliki cambuk bagaikan ekor sapi yang digunakannya untuk memukul manusia dan (kedua) wanita yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau surga padahal bau surga itu tercium dari jarak yang sekian dan sekian jauhnya”. (Hadits Shahih, Riwayat Muslim)
Masih banyak diantara jamaah haji wanita yang berpakaian tapi telanjang, belum sempurna menutup auratnya, masih ada yang terlihat lehernya, terlihat lengannya, menutup aurat dengan pakaian yang ketat sehingga membentuk lekak lekuk tubuhnya, berpakaian dengan bahan yang tipis dan transparan sehingga terlihat kulitnya, pada hakekatnya mereka masih telanjang dan diancam tidak masuk surga. Hendaklah jamaah haji wanita menjadi sadar setelah menangis dan memohon ampun kepada Allah pada saat wuquf di Arafah, apakah kita ulangi kembali dosa-dosa kita?
Hendaklah jamaah haji wanita menjadi teladan bagi kaum muslimah di tanah air yang sedang dilanda dekadensi akhlak dan moral, didiklah puteri-puteri kita agar berbusana muslimah, nasehatilah mereka agar tidak keluar rumah dengan menggunakan celana pendek, celana panjang lebih-lebih celana yang sangat ketat dan perutnya terlihat, innaalillahi wa innaa ilaihi rajiuun.
Hendaklah jamaah haji wanita berdandan dan bersolek mempercantik diri, tetapi untuk siapa? Bukan untuk orang-orang diluar rumah tapi untuk suami di rumah, kenyataan yang ada banyak dari kaum muslimah berdandan ketika keluar rumah padahal dilarang oleh Allah yang kita cintai, Allah berfirman: “Dan hendaklah kamu (isteri-isteri nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu”. (Surat Al-Ahzab: 33)
Ayat ini berlaku juga untuk segenap kaum muslimah dan mukminah.
Rasulullah bersabda bahwa seorang wanita yang pergi keluar rumah dengan menggunakan parfum sehingga tercium oleh laki-laki lain, maka sesungguhnya ia itu pelacur. Setiap hari kita berdoa memohon hidayah kepada Allah, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mempelajari jalan-jalan hidayah berupa ilmu yang bermanfaat karena masih banyak diantara jalan-jalan hidayah yang belum kita ketahui dibandingkan yang sudah kita ketahui. Jangan kita menganggap ini adalah hal yang baru kita dengar, kami sudah terbiasa dengan adat kami dan dalih-dalih lainnya yang tidak bisa diterima oleh syariat. Allah berfirman: “Dan apabila dikatakan kepada mereka: lkutilah apa yang telah diturunkan Allah mereka menjawab: Tidak, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Surat Al-Baqarah: 170)
Dan firmanNya: “Dan tidaklah boleh bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Surat Al-Ahzab: 36)

Muamalah Secara Umum
Hendaklah kita semua memperbaiki diri dalam hal tanggung jawab kita memperbaiki masyarakat. Bentengi aqidah umat dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dengan saling nasehat menasehati untuk menepati kebenaran dan nasehat menasehati untuk menetapi kesabaran, dengan saling bekerjasama dalam hal kebaikan dan taqwa. Tidak sedikit umat Islam di Indonesia murtad dari agamanya disebabkan kelengahan dan kelalaian kita. Benar sebab mereka murtad adalah karena lemah iman ditambah lagi dengan lemah ekonomi, tapi apakah boleh kita diam dan berpangku tangan? Tidak, kita harus berbuat sesuai dengan kemampuan kita. Apabila kita tidak bisa mendidik mereka karena keterbatasan ilmu kita, ajaklah mereka untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, bagikan buletin dan buku-buku Islam, pinjamkan kaset-kaset ceramah yang bermanfaat. Jika mereka malas bekerja berilah motivasi, jika mereka nganggur carikanlah pekerjaan untuk mereka, jika puteri-puteri kita sudah dewasa carikanlah untuk mereka suami yang baik keislamannya jangan kita biarkan mereka menikah dengan laki-laki kafir.
Apabila anda sebagai pejabat janganlah anda menghalangi dan mempersulit orang-orang yang ikhlas mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan tidak berbuat syirik, untuk mengikuti sunnah Nabi dan tidak berbuat bid’ah.
Bagi orang tua yang mempunyai anak puteri memakai jilbab atau cadar dukunglah mereka dan banggalah terhadap anak anda yang taat kepada Allah, semoga Allah menghiasi puteri anda dengan akhlak yang baik pula.
Bagi jamaah haji yang memiliki kelebihan harta dapat beramal jariyah dengan membelikan kitab-kitab yang bermanfaat untuk ustadz-ustadz yang ada di tanah air. Dan masih banyak amal-amal lainnya yang dapat kita lakukan dalam upaya kita memperbaiki diri dan masyarakat. (sumber http://www.alquran-sunnah.com (Artikel: kajianislam.net))